Langsung ke konten utama

Charles Tilly - Teori Gerakan Sosial

   Charles Tilly (1929-2008) : Teori Gerakan Sosial dan Penerapannya

Susyhana Khasanatun Azizah NIM 001 Mahasiswa Prodi Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



    Dikenal sebagai Bapak pendiri sosiologi Abad Ke-21 dan juga sebagai seorang sosiolog sekaligus sejarawan terkemuka dunia. Charles Tilly dengan keilmuannya yang tidak tertandingi, sisi kemanusiannya yang tinggi dan semangatnya yang tergoyahkan pantas menjadikannya sebagai seorang Bapak Sosiologi Abad Ke-21. Tilly lahir di Lombard, Illinois tanggal 27 Mei 1929 dan meninggal pada 29 April 2008 di usianya yang ke-78 tahun. Karirnya sangat gemilang terutama ketika ia memainkan peran kunci dalam munculnya Sekolah Sosiologi Relasional di New York. Ia adalah lulusan Hravard pada tahun 1950 dengan gelar yang dimilikinya yaitu Bachelor of Arts magna Cumlaude. Kemudian menyelesaikan gelar Doktor of Philosophy in Sociology di Harvard juga tahun 1958. 

    Tokoh-tokoh berpengaruh seperti Harrison White, Pattirim Sorokin, Talcott Parsons, George C. Homans, Mancur Olson, Anthony Oberschall, Mc Carthy dan Zald. Pandangannya mengenai teori gerakan sosial seperti dalam bukunya yang berjudul Social Movements bahwa gerakan sosial adalah sebagai rangkaian aksi perlawanan yang terus-menerus atas nama kelompok yang dirugikan terhadap pemegang kekuasaan melalui berbagai macam tindakan-tindakan, protes publik termasuk tindakan diluar jalur partisipasi politik formal. Dimana tindakan tersebut diatur oleh hukum dan perundangan untuk menunjukkan bahwa sebuah kelompok tersebut adalah kelompok yang solid, berkomitmen, dan mewakili jumlah anggota yang signifikan. Dalam hal ini Tilly berargumentasi bahwa gerakan sosial ini merupakan sesuatu yang terorganisir, berkelanjutan dan bersifat menolak. Didalamnya terdapat kesamaan identitas diantara anggota kelompok yang terlibat didalamnya.

    Saya mengenal Teori Gerakan Sosial Charles Tilly ini setelah membaca jurnal yang berjudul "Perlawanan Petani Rangas terhadap PTPN VII Di Organ Ilir Sumatera-Selatan" Karya Mohammad Syawaludin dari IAIN Raden Fatah Palembang. Setelah saya membacanya, menurut pemahaman saya tentang teori gerakan sosial Charles Tilly ini adalah bahwa gerakan sosial yaitu gerakan yang terorganisir yang dimana memiliki tujuan utama untuk membuat perubahan sosial atau untuk mempertahankan suatu kondisi dan memelihara suatu politik perlawanan yang tidak terlibat dalam perebutan kekuasaan secara langsung.

    Seperti pandangan Tilly mengenai gerakan sosial, gerakan sosial terbagi menjadi tiga unsur utama yaitu, Campaigns, Repertoire of Contention, dan WUNC Displays. Campaigns (kampanye) adalah upaya publik yang berkelanjutan dan terorganisir membuat klaim kolektif otoritas target. Repertoire of Contention adalah penggunaan kombinasi dari berbagai bentuk aksi politik, seperti pembentukan asosiasi dan koalisi, pertemuan publik, prosesi kidmat, berjaga, rapat umum, demonstrasi, dan lain sebagainya. WUNC Displays adalah representasi publik bersama peserta tentang kelayakan, kesatuan, jumlah, dan komitmen pada bagian dari diri mereka atau konstituen.

    Contoh dari teori gerakan sosial yaitu Aksi para demonstran mahasiswa UIN di Yogyakarta. Kala itu halnya penuran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang dianggap sangat tinggi dan terlalu memberatkan mahasiswa apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini. Para demonstran yang kebanyakan dari organisasi kemahasiswaan yang menuntut haknya sebagai mahasiswa untuk memperjuangkan penurunan UKT bagi mahasiswa lainnya. Dapat dikatakan gerakan sosial karena gerakannya bersifat terorganisir, mewakili sejumlah anggota yang signifikan, adanya penolakan terhadap hal yang tidak sesuai dan memiliki kesamaan identitas diantara anggota kelompok yang terlibat didalamnya. Dapat dilihat dari turunnya para demonstran dikalangan para organsisasi kemahasiswaan.


Daftar Pusataka

Syawaludin, M. (2017). Sosiologi Perlawanan Studi Perlawanan Repertoar Petani 1di Rengas Ogan Ilir Sumatera Selatan. Deepublish.

Rochadi, A. S. (2020). Perilaku Kolektif dan Gerakan Sosial. Rasibook.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zygmunt Bauman (1925-2017) - Teori Modernitas Cair

Teori Modernitas Cair : Kacamata Bauman dan Penerapannya dalam Kehidupan Susyhana Khasanatun Azizah NIM 01 Mahasiswa Prodi Sosiologi UIN Sunan Kalijaga 2020       Setelah kematian Sosiolog Zygmunt Bauman, dunia intelektual kehilangan wawasan dan jangkauan yang langka karena kekhasan yang dimiliki oleh Bauman berbeda dari ilmuan sosial pada masanya. Bauman lahir di Kota Poznan, Polandia tanggal 19 November 1925 yang merupakan keturunan Yahudi Polandia. Ia dikenal sebagai seorang Filsuf Polandia, Penulis dan Sosiologi. Tokoh yang mempengaruhi pemikirannya seperti, Karl Marx, George Simmel, Antonio Gramsci, dan Theodor Ardono.       Bauman sering disebut "Nabi Pasca Modernisme". Dalam analisis didunia modern, ia menawarkan wawasan mengenai dunia postmodern. Karyanya sebagai seorang modernis seperti Modernity and Abivalence, Modernity and the Holocaust. Sementara karyanya sebagai seorang postmodernis seperti Posmodern  Ethics dan Life...

Ralf Dahrendorf (1929- 2009)

Teori Konflik Sosial Ralf Dahrendorf   Susyhana Khasanatun Azizah NIM 01 Mahasiswa Prodi Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2020      Ralf Dahrendorf adalah seorang sosiolog yang lahir pada 1 Mei 1929, di Hamburg. Beliau merupakan seorang tokoh pengkritik teori fungsional struktural dan merupakan ahli teori konflik. Karya utamanya yaitu Classic Class Conflict in Industrial Society (1959). Karyanya tersebut berisi sebagian besar tetang teori konflik. Ralf mengakui bahwa terbentuknya sebuah masyarakat tentu saja tidak terlepas dari adanya dua unsur yang menjadi persyaratan satu sama lainnya atau timbal balik. Disini pemikiran Ralf tidak menggunakan teori Simmel tetapi membangun teori tentang konflik serta memodifikasi teori milik Karl Marx mengenai Kapitalisme. yang hanya berfokus kepada kelas kapitalis. Penyelesaian dari kapitalis ini hanya dapat ditemukan dengan menjungkirbalikkan struktur kapitalis itu melalui tindakan kolektif sejumlah besar orang (Ritze...