Langsung ke konten utama

Teori Praktik Sosial Pierre Felix Bourdieu

TEORI PRAKTIK SOSIAL PIERRE FELIX BOURDIEU ; KONSEP HABITUS

Susyhana Khasanatun Azizah NIM 01 Mahasiswa Prodi Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



Pierre Felix Bourdieu seorang pemikir pranciss yang dikenal sebagai seorang sosiolog, antropolog dan jawara pergerakan antiglobalisasi hingga sekarang. Beliau lahir  pada tanggal 1 Agustus 1930 di Desa Denguin, Distrik Pyreness-Antlantiques, Pranciss. Beliau pertama dikenal sebagai sosiolog yang mencoba menyelesaikan ketegangan yang ada pada marxisme ortodoks. Karyanya mulai dari etnografi, sastra, seni bidang keilmuan, bahasa dan masih banyak lagi karyanya yang berpengaruh disekitar abad ke-20. Tokoh-tokoh yang mempengaruhinya seperti Emile Durkheim, Karl Marx, Marx Webber dan Thomas Aquinas.

Dalam teori praktik sosial (teori gado-gado) yang digagasnya, teori ini merupakan teori yang berpusatkan pada aktor dengan menekankan pada struktur yang ada dalam membentuk kehidupan sosial. Didalamnya terdapat suatu konsep penting yaitu konsep habitus. Ia merumuskan konsep habitus sebagai analisis sosiologis perilaku manusia. Ia mulai tertarik dan membentuk cara berpikirnya serta menciptakan konsep seperti habitus dikarenakan dirinya terbiasa hidup dan membaur dengan mahasiswa beserta lingkungan kampusnya yang borjuis.

Saya mengenal Konsep Habitus dalam Teori Praktik Sosial Bourdieu setelah membaca Buku "Teori Sosiologi Modern" Karya George Ritzer dan Douglas J. Goodman dan juga beberapa jurnal lainnya di Goggle Scholar yang membahas tentang Konsep Habitus beliau. Menurut Beliau habitus adalah struktur yang memperantarai individu dalam berurusan dengan realitas sosial. Ketika membicarakan habitus tentu tidak bisa dilepaskan dari arena / ranah (field) dan Modal. Ia menjelaskan bahwa habitus dalam praktiknya tidak berjalan sendiri melainkan dengan rumus persamaan Habitus x Modal + Arena = Praktik. Dimana antara habitus dengan modal berperan penting dan saling berkaitan dalam suatu praktik dikehidupan sosial. 

Menurut pemahaman saya, habitus merupakan hasil pembelajaran dari suatu usaha atau aktivitas belajar, bermain hingga menjadi suatu kebiasaan dari para agen sosial yang akan memberikan kontribusi untuk  memunculkan sebuah praktik didalam individu. Habitus merupakan suatu rangkaian kecenderungan yang mendorong seorang untuk beraksi dan berkreasi sesuai dengan keinginannya dengan caranya sendiri. Habitus tidak dapat berjalan sendiri yang dimana membutuhkan suatu peran dari modal dan ranah yang kemudian akan dipraktikan dalam kehidupan sosial individu. Dalam rumus, didalam praktiknya arena dijadikan sebagai ruang untuk melakukan habitus. Arena dianggap sebagai sebuah permainan yang dimana mempunyai norma dan logika nya sendiri. Jadi, habitus ini adalah sebagai properti agen sosial baik secara individu, kelompok atau lembaga.

Contoh dari konsep habitus dalam praktik sosial, saya mempunyai sebuah keinginan untuk bisa menjadi seorang penunggang kuda dan ahli memanah, maka dari itu sejak sekarang saya mulai giat berlatih mulai dari tahap Assessment dan jika dirasa sudah nyaman dengan kudanya ataupun tempat latihan memanahnya saya mulai mencoba paket kelas beginner di JJ Strable Jogja. Selain itu untuk menambah keahlian saya terutama dalam memanah saya mengikuti ekstrakulikuler di SMA dan mengikuti kegiatan dari Tim Hijrah Akbar dan Reesignal . Dari contoh tersebut, konsep habitus terletak pada kegiatan saya yang mulai giat beratih dan mengikuti kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler maupun pelatihan berkuda dan memanah. Dan Arena disini dicontohkan JJ Strable Jogja, Tim Hijrah Akbar dan Tim Reesignal sebagai tempat saya belajar dan mengembangkan potensi. Sedangkan modal disini adalah mimpi saya menjadi seorang penunggang kuda dan ahli memanah yang saya dapat ketika saya berlatih dengan giat. Dari contoh tersebut dapat menjelaskan bahwa antara habitus, modal dan arena saling berhubungan dan terikat satu dengan yang lainnya dan untuk menjalankannya diperlukan praktik langsung dalam kehidupan sosial. Dengan begitu konsep ini dapat berfungsi dengan baik. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zygmunt Bauman (1925-2017) - Teori Modernitas Cair

Teori Modernitas Cair : Kacamata Bauman dan Penerapannya dalam Kehidupan Susyhana Khasanatun Azizah NIM 01 Mahasiswa Prodi Sosiologi UIN Sunan Kalijaga 2020       Setelah kematian Sosiolog Zygmunt Bauman, dunia intelektual kehilangan wawasan dan jangkauan yang langka karena kekhasan yang dimiliki oleh Bauman berbeda dari ilmuan sosial pada masanya. Bauman lahir di Kota Poznan, Polandia tanggal 19 November 1925 yang merupakan keturunan Yahudi Polandia. Ia dikenal sebagai seorang Filsuf Polandia, Penulis dan Sosiologi. Tokoh yang mempengaruhi pemikirannya seperti, Karl Marx, George Simmel, Antonio Gramsci, dan Theodor Ardono.       Bauman sering disebut "Nabi Pasca Modernisme". Dalam analisis didunia modern, ia menawarkan wawasan mengenai dunia postmodern. Karyanya sebagai seorang modernis seperti Modernity and Abivalence, Modernity and the Holocaust. Sementara karyanya sebagai seorang postmodernis seperti Posmodern  Ethics dan Life...

Charles Tilly - Teori Gerakan Sosial

   Charles Tilly (1929-2008) : Teori Gerakan Sosial dan Penerapannya Susyhana Khasanatun Azizah NIM 001 Mahasiswa Prodi Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta      Dikenal sebagai Bapak pendiri sosiologi Abad Ke-21 dan juga sebagai seorang sosiolog sekaligus sejarawan terkemuka dunia. Charles Tilly dengan keilmuannya yang tidak tertandingi, sisi kemanusiannya yang tinggi dan semangatnya yang tergoyahkan pantas menjadikannya sebagai seorang Bapak Sosiologi Abad Ke-21. Tilly lahir di Lombard, Illinois tanggal 27 Mei 1929 dan meninggal pada 29 April 2008 di usianya yang ke-78 tahun. Karirnya sangat gemilang terutama ketika ia memainkan peran kunci dalam munculnya Sekolah Sosiologi Relasional di New York. Ia adalah lulusan Hravard pada tahun 1950 dengan gelar yang dimilikinya yaitu Bachelor of Arts magna Cumlaude. Kemudian menyelesaikan gelar Doktor of Philosophy in Sociology di Harvard juga tahun 1958.       Tokoh-tokoh berpengaruh seperti Harr...

Ralf Dahrendorf (1929- 2009)

Teori Konflik Sosial Ralf Dahrendorf   Susyhana Khasanatun Azizah NIM 01 Mahasiswa Prodi Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2020      Ralf Dahrendorf adalah seorang sosiolog yang lahir pada 1 Mei 1929, di Hamburg. Beliau merupakan seorang tokoh pengkritik teori fungsional struktural dan merupakan ahli teori konflik. Karya utamanya yaitu Classic Class Conflict in Industrial Society (1959). Karyanya tersebut berisi sebagian besar tetang teori konflik. Ralf mengakui bahwa terbentuknya sebuah masyarakat tentu saja tidak terlepas dari adanya dua unsur yang menjadi persyaratan satu sama lainnya atau timbal balik. Disini pemikiran Ralf tidak menggunakan teori Simmel tetapi membangun teori tentang konflik serta memodifikasi teori milik Karl Marx mengenai Kapitalisme. yang hanya berfokus kepada kelas kapitalis. Penyelesaian dari kapitalis ini hanya dapat ditemukan dengan menjungkirbalikkan struktur kapitalis itu melalui tindakan kolektif sejumlah besar orang (Ritze...