IDEOLOGY AND UTOPIA : KASUS GERAKAN ORGANISASI PAPUA MERDEKA
Susyhana Khasanatun Azizah NIM 01 Mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2020
Karl Manheim adalah seoarang sosiolog kelahiran Hongaria yang sangat berpengaruh pada abad ke-20 dan juga merupakan salah satu pendiri sosiologi klasik dan sosiologi pengetahuan. Beliau lahir di Budapest pada 27 Maret 1893 dan meninggal pada 9 Januari 1947 dari keturunan Yahudi. Tokoh berpengaruh baginya seperti Karl Marx sebagai tokoh yang menjadi landasan pemikirannya, Weber yang baginya menjadi mentor paling penting dalam sejarah karir akademisnya, Marriane Weber yang menggiringnya ke sosiologi, Alfred Weber (Saudara Max Weber).
Manheim memiliki 4 kajian utama yakni sosiologi pengetahuan, konsep ideologi, sosiologi politik dan kehidupan sosial. Dalam perjalanan karirnya namanya mulai populer setelah terbitnya bukunya pada tahun 1929 yang berjudul Ideologie und Utopie (Ideology and Utopia) yang dimana ia mengeksplorasi fungsi sosial dari ide-ide dan sifat politik.
Saya mengenal teori Karl Manheim tentang pemikiran, gagasan dan ide dari bukunya George Ritzer yang berjudul "Teori Sosiologi (2012)" dan beberapa jurnal tentang karyanya yaitu Ideology and Utopia. Dalam bukunya ia berpendapat bahwa ideologi adalah sifat sejati dari masyarakat dan dalam mencoba mencapai utopia tersebut ideologi mempengaruhi teori filsafat atau bahkan sejarah.Dalam karyanya itu manheim membangun analisis menyeluruh suatu kelompok sosial yang dihubungkan dengan sistem ideologi secara keseluruhan.
Jadi konsep keseluruhan tentang ideologi merupakan produk kesadaran kolektif. Ideologi diartikan sebagai pemikiran mendasar pada seseorang untuk mencapai tujuannya, sedangkan utopia diartikannya sebagai suatu kondisi dimana seseorang menginginkan kondisi yang sangat sempurna dengan berbagai gagasan dan juga elemen masyarakat yang terlihat damai dan tentram akan tetapi kondisi seperti itu sulit untuk diwujudkan karena beberapa orang menilai utopia ini sebagai sebuah mimpi belaka yang dapat merusak tatanan sosial yang jauh dari kehidupan nyata.
Dalam pemahaman saya, Manheim berusaha mensejajarkan ideologi dan utopia yang dimana sesuai dengan dasar-dasar pikirannya dalam usaha memperkenalkan sosiologi pengetahuan. Ideologi dan Utopia sama yang dimana dalam artian keduanya adalah gejoala sosial yang umum terjadi yang merupakan sebuah gagasan pemikiran yang belum menjadi kenyataan. Ideologi dan Utopia meruapakan dua konsep pemikiran yang ada dalam diri setiap orang yang berusaha mempertahankan suatu sistem yang berada dalam suatu tatanan yang ada. Sementara Utopia adalah konsep yang sebaliknya yang dimana berusaha melakukan perubahan dari sebuah sistem yang berjalan atau dari tatanan yang ada.
Saya meilhat teori dari Mannheim ini terlihat pada kasus Gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang ingin melepaskan diri dari Indonesia. Menurut saya walaupun dalam gerakan ini adalah sebagai sebuah bentuk pembebasan dari salah satu pihak yakni adanya anggapan dari warga Papua yaitu tengah membela negaranya dan masyarakatnya meyakini telah terjadi pembentukan Negara Papua dan itu masih mereka perjuangkan hingga saat ini , namun demi keutuhan NKRI pemerintah menggagalkan adanya pembentukan Negara Papua karena dianggap sebagai negara boneka buatan Belanda. Dasar dari pemberontakan ini adalah kebutuhsan dasar yang tidak terpenuhi baik sandang, papan, pangan, pendidikan dan kesehatan warga papua.
Komentar
Posting Komentar